KESIAPSIAGAAN BENCANA

KESIAPSIAGAAN BENCANA

Indonesia terletak diantara 2 benua dan 2 samudra. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Indonesia berada pada posisi silang dunia (world cross position). Pada posisi seperti ini, Indonesia menjadi pusat jalur lalu lintas dunia. Itulah sebabnya, mengapa Indonesia dianggap memiliki letak strategis. Pun halnya dengan bencana alam yang memungkinkan akan terjadi. Dari Gempa Bumi, Tanah Longsor, Abrasi, Banjir, Kebakaran Hutan dan bahkan kekeringan.

Jakarta yang memiliki dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 7 meter diatas permukaan laut, dengan pusat pemerintahan berada diwilayah Jakarta Pusat, menjadi alasan padatnya penduduk serta pemukiman di wilayah tersebut.

Dengan situasi dan kondisi yang ada, wilayah Jakarta Pusat kerap kali menghadapi bencana alam maupun manusia, seperti Kebakaran, Banjir dan Kerusuhan.

Kesiapsiagaan Bencana, dalam hal ini sangat perlu diberikan kepada masyarakat, agar masyarakat lebih waspada saat bencana tersebut terjadi atau bahkan menjadi pioneer dalam meminimalisir terjadinya bencana tersebut.

PMI, khususnya PMI Kota Jakarta Pusat telah memberikan penyuluhan Kesiapsiagaan Bencana kepada masyarakat selama lima tahun terakhir.

Penyuluhan berupa workshop dan Pelatihan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) yang tersebar di 8 Kecamatan di Wilayah Kota Jakarta Pusat.

Hingga tahun ini, tercatat sebanyak 364 warga masyarakat di Wilayah Jakarta Pusat yang tergabung menjadi anggota SIBAT guna menanggulangi maupun meminimalisir kemungkinan bencana alam tersebut terjadi. Sehingga, bencana yang terjadi di wilayah Jakarta Pusat dapat berangsur teratasi.

Pelatihan anggota SIBAT sangat penting dalam membina masyarakat untuk sadar bencana dan membantu pemerintah dalam menanggulangi bencana pada saat bencana tersebut terjadi.

Oleh : Admin